Searching

October 19, 2011

Tips Mudah Membaca Cepat dan Meningkatkan Kecepatan Baca


selfhelptipsblog.org
Anda ingin membaca lebih cepat dari biasanya?
Berikut ini beberapa tips mudah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan baca dari Muhammad Noer (www.muhammadnoer.com) yang bisa Anda coba.

1.Sediakan waktu tiap hari minimal 10 menit untuk membaca apa saja dengan penuh perhatian
Membaca lebih cepat diperoleh dari kebiasaan membaca. Untuk itu paksakan diri Anda untuk menyediakan waktu khusus 10 menit tiap hari untuk membaca apa saja dengan satu catatan: penuh perhatian. Hal ini dilakukan untuk melatih koordinasi antara mata, otak dan konsentrasi. Walaupun hanya menghabiskan waktu 10 menit, dengan konsentrasi tinggi Anda bisa menyelesaikan beberapa artikel atau bahkan puluhan halaman buku. Cobalah!

2.Paksakan diri Anda untuk membaca lebih cepat dari biasanya
Terkadang kita sudah merasa nyaman dengan cara baca saat ini. Untuk itu keluarlah dari comfort zone dan paksakan diri Anda untuk membaca lebih cepat dari biasanya. Apakah kemudian Anda menjadi kurang memahami isi bacaan? Tidak mengapa, pada awal memaksakan diri membaca lebih cepat, akan ada pengertian yang hilang karena sedang terjadi penyesuaian. Lama kelamaan, koordinasi mata, otak dan konsentrasi Anda akan semakin baik dan kecepatan tidak lagi mempengaruhi kurangnya pemahaman isi bacaan, malah bisa memperbaikinya.

3.Hindari kebiasaan buruk dalam membaca seperti gerakan bibir atau vokalisasi
Jika Anda membaca posting sebelumnya tentang Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya, maka gerakan bibir dan vokalisasi akan menyebabkan kecepatan baca turun drastis menjadi setara kecepatan bicara. Hindari hal tersebut. Cara mudah untuk mengurangin gerakan bibir dan vokalisasi adalah dengan meletakkan pensil diantara kedua bibir Anda. Jika mulut mulai berbicara, Anda akan merasakan pensil yang jatuh dan ulangi terus sampai kebiasaaan tersebut hilang.

4.Latih kemampuan mengenali ide pokok
Dalam setiap bahan bacaan, selalu ada ide pokok yang menjiwai keseluruhan isi. Ketika Anda membaca, berhenti sejenak dan perhatikan baik-baik judulnya. Coba Anda duga isi tulisan dengan mengandalkan judulnya. Setelah itu mulailah membaca dan kenali ide pokok. Anda akan merasakan kemampuan mengenali poin-poin utama atau ide pokok meningkat. Nantinya Anda bahkan bisa menceritakan kembali tulisan yang Anda baca dengan bahasa Anda sendiri.

5.Jangan pernah mundur kebelakang (regresi)
Seringkali membaca menjadi lambat karena sebentar-sebentar Anda ingin membaca kembali apa yang telah dilewati sebelumnya. Misalkan Anda membaca dua baris pertama dan kemudian mulai membaca baris ketiga. Pada saat itu Anda merasa kurang paham akan isi bacaan mengulang kembali baris pertama dan kedua tadi. Cara ini akan sangat mengganggu kecepatan baca Anda. Paksakan untuk tidak mundur ke belakang dan yakinkan diri kalaupun Anda belum mengerti pasti ada kalimat lanjutannya yang menjelaskan. Kalaupun Anda sangat ingin mundur ke belakang dan mengulang lagi baris-baris sebelumnya, lakukan setelah Anda menyelesaikan bacaan tersebut secara keseluruhan.

6.Cintai kegiatan membaca dan jadikan sebagai kebiasaan
Orang yang hobby membaca secara relatif akan memiliki kecepatan baca jauh lebih baik meskipun tanpa latihan khusus membaca cepat. Mengapa demikian? Dengan rajin membaca, perbendaharaan kosa kata Anda akan semakin kaya. Tidak hanya itu, Anda juga mengetahui lebih banyak hal dan pengetahuan tersebut akan membantu untuk memahami buku atau bahan bacaan yang baru dengan lebih cepat. Dengan rajin membaca Anda juga akan mengenali jenis bacaan yang berbeda dan cara membacanya secara efektif. Misal membaca koran tidak sama dengan membaca novel. Membaca artikel juga berbeda dengan membaca text book yang berat. Semakin terbiasa Anda akan merasakan perbedaannya dan pendekatan yang tepat untuk tiap jenis bahan bacaan. Apakah Anda siap melaksanakan keenam tips sederhana di atas? Mulailah dari sekarang dan rasakan perbedaannya

June 16, 2011

Membangun Perpustakaan Digital di Indonesia Mudah dan Murah, Birokrasi yang Buruklah yang Mempersulit !


Sebut saja namanya Mr Tr, dia bekerja di sebuah perpustakaan SD di daerah terpencil. Dia hanya lulusan SLTA dan sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi D3/S-1 Ilmu perpustakaan. Beberapa saat yang lalu perpustakaan SD tempat dia bekerja, mendapatkan penghargaan hingga tingkat Nasional. Salah satu faktor penilaian dewan juri adalah karena sistem pengelolaan perpustakaan tersebut sudah menggunakan sistem pengelolaan perpustakaan digital. Alasan lain adalah adanya dukungan dari Kepala sekolah tersebut yang memiliki manajemen dan birokrasi yang sangat baik di sekolah tersebut, dan tentunya beberapa faktor yang lain.
Saat saya berkunjung ke perpustakaan ini, tampilan Opacnya sudah online dan desaignya juga sangat menarik sesuai dengan tampilan anak-anak. Dan perlu diketahui bahwa perpustakaan SD tersebut ternyata hanya menggunakan software gratis dan cara mengonlinekan katalog perpustakaan tersebut juga dengan cara gratis.

Namun ada kisah lain ketika saya berkunjung ke salah satu Perpustakaan Daerah di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah. Kesan pertama ketika datang disana adalah tempat parkir yang sangat sempit sehingga sangat tidak nyaman. Ketika masuk ke ruang utama, saya disuruh menulis daftar tamu dengan menggunakan buku tamu seperti jaman dulu (kalau di perpustakaan SD diatas semuanya tinggal pakai komputer) . Ketika saya bertanya dimana saya bisa melihat daftar katalog perpustakaan saya disuruh mencari sendiri di sebuah lemari dengan bilik yang kecil-kecil yang disebut dengan tempat menyimpan katalog kartu. Ketika saya lihat katalog yang terbuat dari kertas tersebut terlihat sudah sangat usam bahkan ada yang terlihat sobek karena terlihat rapuh. Kemudian saya ingin mencoba wawancara dengan kepala perpustakaan tersebut tapi kata penjaga disana bilang kalau kepala perpustakaanya sedang keluar dan akhirnya saya diperkenankan bertemu dengan bagian tata usaha. Dan saat saya bertanya terkait yang saya sebut diatas ternyata yang saya dengar hanya keluhan “khas birokrasi” yang menyatakan tidak ada anggaran lah, tidak ada bantuanlah, tidak ada ahlinyalah, harus mempertimbangkan ini-itulah dan alasan-alasan lain.

Dari dua kisah dan pengalaman tersebut diatas kita bisa melihat betapa sebenarnya membangun perpustakaan digital itu sebenarnya sangatlah mudah, Darimana saya katakan mudah ? Dari kisah Mr Tr diatas kita bisa melihat bahwa hanya dengan software gratispun dia bisa membangun perpustakaan digital dan meng online kanya, bahkan perpustakaan tersebut mendapat penghargaan hingga tingkat nasional, padahal Mr Tr juga bukan seorang lulusan mahasiswa ilmu perpustakaan  apalagi seorang ahli atau dosen dibidang perpustakaan. Tapi karena kerja keras dan kesediaan dia untuk mau belajar dan pihak birokrasi dalam hal ini kepala sekolah memberi dukungan yang sangat luar biasa maka jadilah perpustakaan SD yang dia kelola seperti sekarang ini. Banyak siswa menjadi rajin berkunjung ke perpustakaan, Prestasi siswa meningkat, bahkan nama sekolah juga ikut terangkat statusnya berawal dari peran pengelolaan perpustakaan yang baik.

Membangun perpustakaan terlihat sulit dan mahal adalah ketika kita melihat kisah yang kedua. Bayangkan, sebuah perpustakaan di tingkat Perpustakaan Daerah yang saya sangat yakin pasti memiliki dana dan anggaran dari pemerintah (merujuk UU no 43 tahun 2007 tentang perpustakaan) untuk mengelola perpustakaan berbasis TIK, tapi faktanya hingga detik ini pengelolaan di perpustakaan daerah tersebut masih menggunakan manual.

Mungkin tidak semuanya memang permasalahan ada pada birokrasi, tapi secara fakta dan data dilapangan birokrasi di negeri ini masih menjadi masalah besar, termasuk dalam dunia perpustakaan.


Sumber: duniaperpustakaan.com

June 09, 2011

IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA

ipi.pnri.go.id
Sejarah singkat
Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI: baca i-pe-i) didirikan pada tanggal 6 Juli 1973 dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor, 5-7 Juli 1973.  Kongres ini merupakan perwujudan kesepakatan para pustakawan yang tergabung dalam APADI, HPCI dan PPDIY dalam pertemuan di Bandung pada tanggal 21 Januari 1973 untuk menggabungkan seluruh unsur pustakawan dalam satu asosiasi.  Dalam perjalanan panjang sejarah perpustakaan di negeri ini, jauh sebelum IPI lahir, sudah ada beberapa organisasi pustakawan di Indonesia.  Mereka ini adalah Vereeniging tot Bevordering van het Bibliothekwezen (1916), Asosiasi Perpustakaan Indonesia (API) 1953, Perhimpunan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI) 1954, Perhimpunan Ahli Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (PAPADI) 1956, Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI) 1962, Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI) 1969, dan Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY).

Dalam Kongres Pustakawan Indonesia tahun 1973 tersebut, ada dua acara utama yang diagendakan, yaitu (1) seminar tentang berbagai aspek perpustakaan, arsip, dokumentasi, informasi, pendidikan, dan (2) pembentukan organisasi sebagai wadah tunggal bagi pustakawan Indonesia.  Berkaitan dengan acara yang disebut terakhir, Ketua HPCI Ipon S. Purawidjaja melaporkan bahwa sebagian besar anggota HPCI, melalui rapat di Bandung tanggal 24 Maret 1973 dan angket, setuju untuk bergabung dalam satu organisasi pustakawan.  APADI pun memutuskan bersedia meleburkan diri melalui keputusannya tertanggal 4 Juli 1973, dan terhitung sejak 7 Juli 1973 APADI bubar sejalan dengan terbentuknya IPI.
Dengan kesepakatan bersama itu, maka kongres Ciawi melahirkan wadah tunggal pustakawan Indonesia, yaitu Ikatan Pustakawan Indonesia.  
Pemilihan untuk Pengurus Pusat, yang didahului dengan penyampaian tata tertib pemilihan, menghasilkan a.l. ketua Soekarman, sekretaris J.P. Rompas, dan bendahara Yoyoh Wartomo.  Komisi yang terbentuk di antaranya adalah Komisi Perpustakaan Nasional yang diketuai oleh Mastini Hardjoprakoso, Perpustakaan Khusus oleh Luwarsih Pringgoadisurjo dan Pendidikan Pustakawan oleh Sjahrial Pamuntjak.  Pada tanggal 7 Juli 1973 itu juga Anggaran Dasar IPI yang terdiri dari 24 pasal disahkan oleh peserta Kongres.

Visi :
Menjadi organisasi profesi yang mandiri, dapat memenuhi tuntutan zaman, serta mampu berperan dalam mewujudkan terciptanya layanan informasi yang kompetitif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Misi :
  • Memberdayakan anggota IPI menjadi tenaga layanan informasi yang kompetitif.
  • Memasyarakatkan jasa perpustakaan, dokumentasi dan informasi
    (pusdokinfo) sesuai dinamika kebutuhan masyarakat.
  • Berperan aktif dalam menumbuh kembangkan semua aspek
    kepustakawanan.
Tujuan
Meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia melalui  pengembangan pusdokinfo dalam pengabdian dan pengamalan keahliannya untuk bangsa dan negara RI.
Kegiatan
Kegiatan IPI antara lain :
  • 1. Mengadakan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan ilmiah di bidang pusdokinfo di dalam dan luar negeri
  • 2. Mengikutsertakan pustakawan dalam pelaksanaan program pemerintah, swasta, dan masyarakat di bidang pusdokinfo
  • 3. Menerbitkan bahan pustaka di bidang pusdokinfo
  • 4. Memberikan berbagai jasa di bidang pusdokinfo dan bidang lain

June 01, 2011

Tes Kebugaran


Memiliki tubuh yang sehat & bugar merupakan dambaan setiap orang, apalagi bagi mereka yang mempunyai aktivitas yang super padat, kebugaran menjadi sangat penting.  Kebugaran merupakan modal utama untuk melakukan aktifitas fisik secara berulang dalam waktu yang relatif lama tanpa menimbulkan kelelelahan berarti. Banyak cara dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. satu hal yang pasti adalah dengan berolah raga rutin. 
Namun tidak ada orang benar-benar tahu pasti bugar tidaknya tubuh masing-masing sebelum di tes dengan tes kebugaran. 

Nah..untuk mengetahui seberapa bugarkah tubuh anda  tidak ada salahnya mencoba mengikuti kuis kebugaran dari Muscle Up di bawah ini untuk mengukur seberapa bugar Anda.

1. Apakah tubuh Anda cukup lentur? Berdirilah dengan kaki merapat, lalu bungkukkan badan. Coba letakkan jemari tangan Anda di lantai di depan jari kaki! (jangan menekuk lutut)
a. Anda bisa menyentuh lantai (3)
b. Anda bisa menyentuh punggung kaki (2)
c. Anda tak bisa meraih kaki (1)

2. Apakah Anda penuh energi? Larilah menaiki satu tangga. Jangan berhenti hingga mencapai puncak.
a. Anda bernapas lebih cepat dibanding biasanya, tetapi masih bisa bicara (2).
b. Napas Anda memburu sehingga tidak bisa bicara pada orang lain (1).
c. Satu atau dua tangga lagi pun Anda masih mampu (3)

3. Apakah tubuh Anda cukup tabah dan konsisten? Berjalanlah sejauh 1,6 km secepat mungkin. Catat berapa waktu Anda!
a. Anda membutuhkan waktu lebih dari 20 menit (1).
b. Anda menempuhnya kurang dari 15 menit (3).
c. Memerlukan waktu antara 15 hingga 20 menit (2).

4. Apakah Anda cukup kuat? Coba lakukan push-up secara berurutan!
a. Anda kuat melakukan 15 kali atau lebih (3).
b. Anda hanya mampu 5 kali atau kurang (1).
c. Anda bisa melakukannya kurang lebih 10 kali (2).

5. Apakah Anda cukup aktif? Kira-kira berapa menit Anda menggunakan waktu untuk beraktivitas, misalnya mencuci, naik tangga, berjalan, atau memotong rumput?
a. Anda aktif kurang dari 20 menit per hari (1).
b. Anda aktif selama 45 menit per hari (2).
c. Anda aktif lebih dari 1 jam per hari (3).

Skor 1-5: Saatnya bergerak!
Tubuh yang bugar mengurangi risiko penyakit jantung. Kebugaran bisa didapat dengan banyak bergerak (berolahraga). Karena itu, berjalanlah beberapa blok, naik turun tangga, atau mencuci mobil setiap hari. Intinya, tambah aktivitas fisik Anda! Sasaran utama Anda adalah 20 hingga 60 menit olahraga dalam 3 hingga 5 kali seminggu.
Skor 6-10: Anda berada di jalur yang benar.

Berlatihlah lebih baik dengan mengembangkan beberapa bagian yang perlu ditingkatkan. Jika Anda kurang lentur, maka cobalah untuk melakukan senam kelenturan selama 10 menit setelah joging atau jalan kaki. Untuk menambah kekuatan, latihlah bagian-bagian tertentu tubuh, misalnya latihan angkat beban untuk otot-otot lengan.

Skor 11-15: Selamat! Selain fit, Anda juga memiliki bentuk tubuh ideal!
Banyak studi menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur, diperlukan tubuh yang bugar dan segar. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan vitalitas biasa menghadapi tantangan tanpa napas tersengal-sengal



Referensi: kompas.com

March 01, 2011

JANGAN SEPELEKAN HAL YG KECIL

Hal yang kecil seringkali diremehkan dan disepelekan oleh manusia. Manusia seringkali terjebak hanya melihat dan memperhatikan sesuatu yang besar. Padahal justru dari hal yang kecil itu seringkali segala sesuatunya bermula. 
Pernahkah kita memperhatikan tetesan air? Tenaganya begitu lemah, sehingga seolah-olah tidak berarti. Tetapi bila air ini menetes pada tempat yang sama selama puluhan tahun, ternyata ia mampu membuat batu besar menjadi berlubang.

Bayangkan jika pada suatu ketika, kita bepergian naik bis ke daerah pegunungan, dimana jalannya berkelok-kelok, menanjak dan di sebelah kanan terbentang jurang yg dalam. Tiba-tiba kendaraan kita tidak kuat menanjak, tidak bisa maju bahkan mulai bergerak mundur. sehingga semua penumpang pun panik, takut busnya masuk jurang. Disaat seperti itu, yang dibutuhkan adalah sepotong kayu atau sebongkah batu untuk menganjal ban. Celakanya di dalam bus tidak tersedia kayu utk mengganjal ban, sehingga seluruh penumpang berusaha mencari batu untuk mengganjal. Tetapi sayangnya disekitarnya tidak ada batu sebutir pun. Padahal selama perjalanan tadi di kanan kiri jalan banyak batu-batuan berserakan. Batu yg tadinya dilirik pun tidak saat ini menjadi sesuatu yg sangat dibutuhkan sekedar untuk mengganjal agar bus tidak mundur.

Pelajaran dari 2 hal diatas adalah:
Janganlah kita meremehkan hal yg kecil-kecil, karena yg kecil itu bisa jadi pada suatu saat akan menjadi besar nilainya. 
Dalam konteks ibadah misalnya, Janganlah kita meremehkan ibadah-ibadah yg menurut kita sepele, seperti mengucapkan salam, senyum, istighfar, bertasbih dsb.
Ada seseorang bertanya pd Rasulullah Saw:”amal apakah yg paling dicintai Allah?” Beliau menjawab:”Yang dikerjakan secara tetap/rutin walaupun sedikit”. Sabdanya lagi:” Lakukanlah perbuatan yang sanggup kamu lakukan” (HR Bukhari)

Salah satu amalan yg kelihatanya kecil tetapi faedahnya sangat besar adalah membiasakan berdzikir dgn mengucapkan tasbih  سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهَ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ ِمائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .
Dari Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Subhânallâhi Wa Bihamdihi’ di dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya akan dihapus semua dosa-dosa (kecil)-nya sekalipun sebanyak buih di lautan.” (HR.al-Bukhariy)
Hadits diatas menyatakan keutamaan dzikir  سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ (Subhânallâhi wa bihamdihi) yang mengandung makna Tasbih (penyucian) terhadap Allah Ta’ala dan penyucian terhadap-Nya pula dari hal-hal yang tidak layak dan pantas bagi-Nya, seperti memiliki kekurangan-kekurangan, cacat-cela dan menyerupai semua makhluk-Nya.

1.    Hadits  tersebut juga  mengandung penetapan segala pujian hanya kepada-Nya baik di dalam Asma` maupun shifat-Nya. Dia-lah Yang Maha Hidup sesempurna hidup; kehidupan yang tiada didahului ketiadaan (yakni bukan dalam arti; sebelumnya tidak ada kehidupan lalu kemudian ada) dan tiada pula kehidupan itu akan pernah hilang/sirna.
2.    Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah dan memuji-Nya sebanyak seratus kali di dalam sehari semalam, maka dia akan mendapatkan pahala yang maha besar ini. Yaitu, semua dosa-dosa (kecil)-nya dihapuskan dengan mendapatkan ma’af dan ampunan-Nya, sekalipun dosa-dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Tentunya, ini merupakan anugerah dan pemberian yang demikian besar dari-Nya.
3.    Para ulama mengaitkan hal ini dan semisalnya sebatas dosa-dosa kecil saja sedangkan dosa-dosa besar tidak ada yang dapat menghapus dan menebusnya selain Taubat Nashuh (taubat dengan sebenar-benarnya).
4.    Imam an-Nawawiy berkata, “Sesungguhnya bila dia tidak memiliki dosa-dosa kecil, maka semoga diharapkan dapat meringankan dosa-dosa besarnya.”

Wallahu'alam

February 18, 2011

ARUNG JERAM

 1 Januari, sabtu pagi yang cerah adalah hari pertama tahun 2011. Pagi itu cuaca sangat bersahabat..setelah beberapa hari sebelumnya hujan mengguyur Jogjakarta. 
Pasca letusan merapi, ada bahaya lain yg mengancam, yakni banjir lahar dingin. Bebarapa jalan & jembatan di sleman dan magelang yang dilewati sungai yang berhulu di Merapi ambrol akibat terjangan lahar dingin.
Untuk mengisi libur awal tahun ini, hari itu saya dan teman-teman  berencana akan mencoba satu hal yang baru…ARUNG JERAM.

Apa sih arung jeram itu?
Arung Jeram (White Water Rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram  dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung dengan tujuan rekreasi atau ekspedisi.  
Bagi saya & temen-temen yang baru pertama kali mencoba arung jeram  lebih bertujuan sebagai sarana rekreasi mengisi liburan sekaligus mencoba hal yang baru.
Pagi itu kami berkumpul di rumah Pak UCM & start dari Jogja sekitar jam 07.00.  Tujuan kami adalah Kali Elo di Magelang. Karena bebarapa temen belum sarapan, maka sambil menunggu rombongan lain, kami memutuskan sarapan pagi di Soto Pak Mustofa di selatan Nasmoco Jombor...
Akhirnya setelah rombongan lengkap kami melanjutkan perjalanan.  Setelah meninggalkan batas DIY-Jateng...sampai di Jumoyo Salam Magelang kami menyaksikan sisa-sisa banjir lahar dingin di Sungai Kaliputih yang menghancurkan Pasar jumoyo & rumah warga di sekitarnya. Sampai tulisan ini dibuat jalan Magelang- jogja di sekitar jembatan kali Putih ini  seringkali ditutup akibat luapan banjir lahar dingin Merapi.

Sekitar jam 08.30 kami pun sampai di RM Kampung Laut,  disini sudah menunggu Tim Instruktur yang sudah dihubungi Pak Dik beberapa hari sebelumnya, merekalah yang akan memandu kami. Persiapan segera dilakukan, ganti baju lapangan (soalnya mau berbasah ria he he), pakai helm dan pelampung.  Setelah persiapan selesai, dengan diantar 2 mobil kami segera meluncur ke Sungai Elo.
Sampai di Start point Sungai Elo,...sebelum turun , kami dikumpulkan untuk membentuk kelompok & menerima briefing singkat tentang berbagai hal yang perlu diketahui untuk berarung jeram.

PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam arung jeram al.:
1.PERAHU KARET (Inflatable Raft)
Perahu karet untuk keperluan olah raga arung jeram, dibuat dari bahan karet sintetis sedemikian rupa sehingga kuat tetapi tetap elastis. Hal ini dimaksudkan untuk menahan dari goresan dan benturan batu-batu sungai.
Bentuk dan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati ombak besar. Biasanya perahu terdiri dari beberapa bagian tabung udara, hal ini dimaksudkan apabila salah sat u tabung perahu bocor /pecah, maka untuk suatu saat tertentu perahu masih dapat mengapung. Ukuran panjang dan lebar perahu biasanya 2 berbanding 1, dan ini sangat tergantung pada kapasitas berat maksimum muatan perahu tersebut.
2.  DAYUNG
Dayung sebagai alat kayuh pada olah raga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan; misalnya kayu mahony dan kombinasi antara fiberglass dan aluminium. Dayung yang dipergunakan oleh awak perahu panjangnya berkisar antara 4,5 - 6 kaki.
3.    PELAMPUNG
Pelampung untuk arung jeram adalah berisi gabus tebal (dapat berfungsi sebagai penahan benturan terhadap benda keras).  Ketika persiapan, kami diberi tahu bahwa pelampung yg kami pakai dijamin dapat menahan beban & membuat kami tetap mengapung jika terlempar dari perahu karet selama arung jeram, hal ini penting bagi kami yg baru pertama kali berarung jeram, apalagi beberapa diantara kami tidak mahir berenang 
4.    HELM PELINDUNG KEPALA
Helm pengaman wajib digunakan ketika berarun jeram. Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras. Sepanjang perjalanan, entah itu bebatuan atau ranting/dahan pepohonan yg menjuntai di bibir sungai.

GERAKAN DAYUNG
Dalam briefing singkat yang penuh canda ini (sebenarnya instrukturnya serius, tapi kita-kita aja yg suka bercanda lho) kita diajari dasar-dasar cara menggunakan dayung & aba-abanya a.l.:
-Dayang Maju: mendayung untuk maju/menambah kecepatan gerak perahu karet
-dayung mundur: mendayung untuk menahan gerak perahu karet, karena untuk bener-benar mundur sangat sulit bro…karena harus melawan  arus sungai.
-Dayung kanan: Artinya hanya anggota tim yang berada di sisi kanan perahu mendayung maju, sedang kan anggota tim yg berada disisi kiri mengikuti saja.
-Dayung kiri: artinya hanya anggota tim yg ada disisi kiri yang mendayung (kebalikan dayung kanan)

DAYUNG…! DAYUNG!
Akhirnya..saat yg dinantipun tiba, kami semua menuju perahu masing-masing sesuai kelompoknya, Tiap perahu diawaki oleh 6 orang  dengan 1 instruktur. Setelah siap instruktur tim saya yang bernama Pak TOHIR segera memberi aba-aba. "Dayung Maju…..!" dan dengan kekuatan penuh serta kepercayaan diri yg kuat kami semua mengikuti perintah instruktur….
"Santai saja pak…hemat tenaga, perjalanan masih panjang". kata Pak Tohir mengingatkan.
Subhanaallah..ternyata asyik juga berarung jeram…apalagi ketika melewati jeram….semua berteriak penuh kegirangan ( he he sejenak bisa melupakan masalah ya). 

Kadang kami berlomba dengan tim lain..adu kecepatan…jika terpepet perahu tim lain maka dayung tidak dipakai mendayung tapi…malah dipakai untuk menciprati tim lain sepuasnya…(wah  Bapak-bapak ini jadi seperti anak kecil yg bermain air he he he..tapi disinilah asyiknya)
Di tengah perjalanan kami beristirahat sejenak di gubuk yg rindang untuk melepas penat sambil menikmati kelapa muda dan jajanan pasar….

KECEBUR…
Setelah puas menikmati kelapa muda..perjalanan dilanjutkan kembali….di rute inilah instruktur mulai menguji kami..Pak Tohir menghilang..( ee... ternyata dia nyebur ke sungai dan mengapung di belakang perahu kami.. Laju perahu mulai oleh kanan…oleng kiri…kamipun berusaha mendayung sesuai instruksi yg telah diterima..tapi ternyata susah juga..berkali-kali perahu kami hanya berputar-putar di tempat tidak bisa melaju degan mulus...meskipun kami telah berupaya…Ternyata inilah rahasianya..ternyata selama ini kami tidak sadar bahwa peran Pak Tohir sangat vital, karena dialah yg menjadi pengemudi perahu…Oh Gitu tho…
Setelah merasakan susahnya berarung jeran tanpa bantuan Pak Tohir, beliaupun kembali naik ke perahu dan perjalanan diteruskan ….tiba-tiba ketika kecepatan perahu bertambah & melewati jeram… perahu kami oleng dan BYURRR… 2 anggota tim kami hilang…Ternyata Pak Dik & Pak Ind terlempar dari perahu dan mengapung di depan & samping perahu…maka disinilah kami belajar bagaimana cara menolong jika ada anggota tim yg kecebur….sekaligus menyelamatkan dayung yg terbawa arus.

Akhirnya setelah hampir 2 jam berarung jeram kami pun sampai di finish dengan selamat…meskipun beberapa anggota tim tercebur dan merasakan nikmatnya minum air sungai elo yang coklat "seperti caffe mix" kata Pak Ind (minum berapa liter pak!...ha ha).

Setelah kembali ke base camp & membersihkan diri acara pun diakhiri dengan makan siang bersama yg sudah tersedia…Alhamdulillah.

Kesimpulan:  
- Arung jeram adalah olah raga yg baik untuk melatih kekompakan & kerjasama,  disamping untuk refreshing & merasakan sensasi naiknya adrenalin
 Arung jeram sebagai olah raga kelompok, sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara keseluruhan.
Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar awak perahu, dapat dikatakan sebagai faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati berbagai hambatan di sungai.
-Banyak pelajaran yg dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.   
Jadi bagi Anda yg belum merasakan Arung Jeram, pesan saya:"…ASYIK DAN PERLU DICOBA!"

Jogja, Januari 2011

January 16, 2011

TAHUN BARU 2011

JUM'AT 31 Desember 2010 merupakan hari terakhir di tahun 2010, esok hari adalah tgl 1 Januari 2011. Seperti biasanya pada setiap malam tahun baru banyak orang rela tidak tidur untuk merayakan pergantian tahun. Tempat-tempat hiburan dari mulai kelas pinggir jalan sampai hotel berbintang menyiapkan acara spesial yang hanya diaakan malam itu.

Di Jogjakarta, pada malam pergantian tahun tersebut orang dari berbagai kelompok umur dari anak-anak sampai manula berbondong bondong menuju pusat keramaian di berbagai penjuru kota dengan berbagai moda transportasi, tidak hanya warga jogja, tapi juga dari luar kota. Akibatnya kemacetan terjadi dimana-mana, apalagi di lokasi favorit seperti Tugu Jogja, Jl. Malioboro, Alun-Alun Utara & Alun-Alun Selatan.

Ada kisah nyata, tetangga penulis yang sudah nenek-nenek malam itu setelah Isya berkumpul sesama manula untuk merayakan malam tahun baru. mereka ternyata sudah merancang acara spesial sesama mereka tanpa anak dan cucu (katanya untuk mengenang kembali masa muda dulu he he). Kemudian berempat barisan nenek-nenek itu dengan langkah tegap berjalan kaki dari rumah mereka di pedesaan timur kotagede ke Lapangan Karang di kotagede yang jaraknya kurang lebih 6 km. Lapangan ini di kawasan Kotagede menjadi salah satu tempat favorit untuk menyambut detik-detik pergantian tahun dengan atraksi kembang api & tiup terompet. Setelah puas menikmati malam pergantian tahun, dinihari Simbah-simbah ini baru pulang ke rumah (tentu saja dgn jalan kaki)..demikian cerita salah seorang dari mereka keesokan harinya....Oalah mbah-mbah..??? .

Beguitulah rupanya malam pergantian tahun sudah menjadi fenomena tersendiri di masyarakat. Mereka menyambut dengan kemeriahan dan acara spesial yang hanya ada pada malam itu..dengan atraksi kembang api, tiupan terompet, putar-putar kota , pertunjukan musik sampai pagi dan beragam acara lainya.

Saya sendiri...sebagaimana malam pergantian tahun baru yang sudah berlalu tidak menyiapkan acara spesial...karena menurut saya apa sih istimewanya malam tahun baru?...selain hura-hura, begadang semalam suntuk (bhs jawa:lek-lekan) yang hanya menghabiskan energi dan berbagai bentuk pemborosan lainnya?.itu menurut saya lho... Maka malam itu, jam 21.30 WIB saya pun berangkat tidur agar besok pagi bisa bangun lebih awal dalam kondisi fresh...karena di hari pertama tahun 2011 saya berencana mencoba berarung jeram di Kali Elo Magelang. Bukan dalam rangka menyambut tahun baru lho...hanya memanfaatkan hari libur aja...